Puisi Dadakan

Hujan terus.. Hujan tau kalo gue lg galau mungkin yah huehuehuehue :3

Jadi kesambet pengen bikin puisi 😀 Huehehehe. This is STILL for you, coral stone.

——————————————————————————————————————————————————-

Jendelamu; tembok terbesarmu menuju bahagia

Lihat keluar jendelamu, sayang
Jendela yg hampir terlalu serat pada engsel-engselnya
Jendela yg hampir tak ada fungsinya sama sekali

Di luar hujan sayang, kau tau?
Dan pernahkah kau tau tentang pelangi?
Ah, bagaimana mungkin kau bisa tahu
Ruanganmu kedap suara, dengan sebuah jendela yg tak pernah ingin kau buka

Di luar begitu panas sayang
Apa kau tak ingin menyapa menntari yg begitu mentereng memamerkan kecerahannya itu?
Mentari menunggumu memakinya, sayang

Untuk apa kau punyai jendela ini sayang?
Jika tak pernah kau gunakan berdasar fungsi keberadaannya?
Tak merasa pengap kah kau di dalam sana?

Kau yg memegang kendali atas semua sayang
Atas jendela
Atas keberadaanmu
Atas kemauanmu

Beranilah menerima hangatnya mentari yg ternyata tak sejahat yg kaukira
Beranilah menikmati rintikan air hujan yg seakan memijiti keseluruhan dirimu
Beranilah membiarkan angin masuk ke dalam pori-pori kulitmu yg membawa kesejukan tiada tara

Kau hanya perlu membuka jendelamu sayang
Perlahan-lahan,
Biarkan cahaya masuk sedikit demi sedikit ke dalam ruang hampamu itu
Bukalah selebar-lebarnya sayang
Hingga seluruh isi dunia bisa kau tangkap dengan retina indahmu

Perhatikanlah sayang
Semua keajaiban yg tak pernah kau lihat
Dan sekarang arahkan pandanganmu kebawah sini
Bisakah retinamu menangkap sosok gadis yg menatapmu dgn harap kau turun lewat jendela itu
Dan bersamanya kau akan melihat begitu banyaknya hal menakjubkan
yang telah kau lewatkan selama lebih seperempat abad ini

Dan sampai saatnya nanti tiba,
Kau akan menyadari
Akulah gadis itu
Gadis yg melepaskanmu dari penjara jiwa yg kau bangun sendiri
Gadis yg kemudian menutup rapat jendelamu
Hingga kau tak akan pernah masuk lagi ke dalamnya, dan kemudian terpenjara lagi

Ya, aku mencintaimu sayang.
Lebih dari sang laut merindukan pantai
Begitu nyaring, lebih dari deritan jendela usangmu yg memekakkan telinga

Bukalah jendelamu sayang
Kita akan pergi ke ujung pelangi ini, tempat harta karun kita terkubur
Harta karun kita, cinta kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s