I hate Myself!

Hai Tuhan.. sebelumnya maafkan anak nakalMu ini, karena sudah sok asik kepadaMu. Aku hanya ingin lebih akrab dan dekat denganMu.
Tuhan, Kau pasti sudah bosan mendengar doa-doa yang lebih mirip “perintah” ataupun “kelancangan” yang telah seringkali aku sampaikan padaMu.

Yah..
Masih tentang pria ini Tuhan. Salah 1 dari bermilyar anakMu yang lain. Pria yang membuat tingkat kegilaanku meningkat setiap harinya. Tuhan, gatau kenapa aku gabisa sama sekali lupain dia sebentar aja. Sosoknya mendominasi hati dan fikiranku. Aku bukannya ga seneng Tuhan, tapi aku takut aku jadi gila beneran nanti 😥

Dan, Tuhan.
Aku juga sebenarnya mau komplain (lagi) padaMu. Mengapa Kau selalu memberi aku mimpi tentangnya di setiap tidur? Oh, mengapa Tuhan pun seolah ingin memperlengkap kesedihanku 😥 Aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya,Tuhan.Tapi mengapa berani-beraninya aku memimpikannya hampir setiap malamnya? Mimpi yang sangat indah, Tuhan.Tapi di mimpi indah itu pun aku bisa menyadari kalau itu hayalah mimpi untukk bisa bersamanya sedekat itu. Ya, mungkin karena dia memang terlalu jauh untuk aku gapai. Tuhan kenapa kalau dia tak akan pernah bisa ku gapai, Kau harus menghadirkannya di mimpiku!!!! 😥 Aku capek Tuhan, aku capek berharap dan kemudian dicampakkan! 😥

Maafkan aku Tuhan. Aku hanya kesal dengan diriku. Benci, muak! Mengapa aku jadi sebodoh ini. Mengapa aku jadi seperti tak punya logika lagi. Aku sama sekali belum melihat wujudnya, rupa nya. Mengapa dia bisa menyadari hal itu, sedangkan aku tidak 😥 Apa yg salah dengan diriku Tuhan. Mengapa aku yang pecundang ini bisa berani-beraninya mencintai pria hebat seperti dia? Bodoh!!!! Idiot!!! Aku benci diriku yang seperti ini Tuhan. Aku pun tetap rutin memberi perhatian pagi, siang, sore, malam kepadanya, walaupun balasannya??? Kau bisa lihat sendiri Tuhan. Mungkin dia langsung menekan tombol endchat setelah menerima pesan bbm dariku yang membuatnya bosan. Sehina itukah aku Tuhan?

Tuhan, tolong tunjukkan titik terang dari lorong gelap ini. Aku sungguh lelah.
Harus berapa lama lagi aku seperti ini? Menjadi pecundang setiap aku ingat semua tentangnya dahulu.
Aku ingin terus memperjuangkannya Tuhan, tapi di sisi lain apa dialah yang memang Kau izinkan untuk ku perjuangkan?
Aku mencintainya, Tuhan. Sungguh. Bukan main-main. Aku ingin membersamainya sampai tua. Tapi tolong ingati aku jika aku memang harus berhenti untuk mengharapkannya. Aku tak ingin semua terlambat Tuhan. Aku sudah cukup menerima penolakan yang terlalu sering darinya, dan itu menyakitkan. Terlalu sulitkah permintaanku ini Tuhan??

Ampuni Aku….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s