Kepada Gadis yang Menggantikanku, Tolong Jaga Dia Baik-Baik

Mencintai seseorang berarti berdiri kuat di atas kaki sendiri. Mencintai seseorang melibatkan keikhlasan untuk melepaskan, agar kalian kelak bertemu di jenjang yang lebih nyaman.
Salah satu tanda berdamai dengan masa lalu adalah saat kamu bisa dengan ikhlas menerima pendamping baru, yang menggantikan posisimu di hatinya. Pertanyaannya, “Sudah siapkah kamu?”

Untukmu, Gadis yang Menggantikan Posisiku

Saat ini, tangan pria yang kelak akan menjadi masa depanmu masih rapi membungkus jariku.
Hey, kamu tak perlu cemburu — waktumu tak lama lagi akan tiba. Tenang saja, kupastikan priamu ini baik-baik saja. Makannya terjamin, jadwal hidupnya pun teratur. Aku cukup cerewet mengingatkannya untuk tidak lupa beberes kamar dan selalu mandi sebelum tidur. Yeah, dia memang seceroboh itu hingga perlu diingatkan setiap waktu.
Sekian lama kami bersama, sampai hari ini dia tak pernah lelah menggenggam tanganku setiap kami menyeberang jalanan ramai. Katanya aku seperti anak kecil, tak pernah bisa menyeberang dengan tepat.
Beberapa saat lagi akan tiba giliranmu.
Kamu akan merasakan nyamannya punya seseorang yang selalu berdiri di sisi kanan jalan, seakan dia rela melindungimu dari kemungkinan dihantam kendaraan. Kokohnya genggaman tangannya dan dorongan ringannya di punggungmu tanpa sadar akan jadi hal yang membuatmu merasa aman.
Berbahagialah untuk sosok pelindung yang segera tiba dalam hari-harimu.

 

Kamu Perlu Tahu, Pria yang Tampak Biasa Ini Ternyata Mampu Menjungkir-Balikkan Duniamu

Sekilas, dia tampak biasa. Penampilannya yang hanya seadanya mungkin tidak membuatmu tertarik pada pandangan pertama.
Dia memang bukan tipe pria dandy yang selalu rapi dan wangi. Kamu lebih sering melihatnya memakai kaus daripada kemeja. Dia juga tidak pernah malu pergi ke mall hanya dengan sandal jepit dan celana pendek. Tapi satu yang perlu kamu tahu, di balik semua kecuekannya itu pria kita ini selalu punya cara untuk memenangkan hatimu.
Gayanya mendekatimu tidak akan terasa berlebihan. Di awal, kamu bahkan tidak menyadari bahwa dia menyukaimu. Sesekali dia dengan kasual menawarkan bantuan untuk menjemput atau mengantarmu pulang. Pesan singkat darinya juga lebih sering datang. Berbeda dari pria-pria lain yang membuatmu merasa dikejar, pria yang satu ini justru seperti teman baru yang selalu bisa diandalkan.
Kamu hanya akan merasa lebih sering tertawa saat berada di dekatnya. Berbincang dengannya membuatmu merasa dipahami. Sepertinya kalian tak pernah kehabisan bahan bicara. Iya, dia memang lucu dan pandai menemukan topik pembicaraan. Kelihaiannya menciptakan gelak tawa itulah yang nanti jadi kunci pamungkasnya untuk masuk ke hatimu.
Saat pada akhirnya kamu merasa membutuhkan kehadirannya, tak perlu kau lawan perasaan itu.Barangkali dia tidak akan memintamu secara resmi untuk jadi pacarnya. Tapi saat dia selalu ada untukmu, ikutilah kata hatimu dan terimalah dia jadi bagian hari-harimu.


Saat Dengkuran Pelannya Jadi Musik Terindah Dalam Hidupmu, Rayakanlah Kebersamaan Kalian Tanpa Ragu

Bersama dia, akan kau temukan rumah tempatmu bisa selalu pulang. Bahu dan dadanya perlahan bertransformasi jadi tempat ternyaman untukmu merebahkan kepala. Dia memang pandai memperlakukanmu sebagai wanita yang layak dipuja. Pipimu yang sedang berjerawat banyak itu tanpa ragu akan tetap dikecupnya, pujian “Cantik” darinya juga tetap terdengar walau kamu sedang gemuk-gemuknya.
Kamu bisa jadi tak pernah percaya saat dia bilang mencintaimu bukan karena penampilan semata. Aku tahu ini mungkin terdengar sangat picisan. Tapi percayalah pada kata-katanya itu. Tak peduli sejelek apapun penampilanmu, kujamin kau akan menemukannya tetap mencintaimu.
Jangan terkejut saat dia menunjukkan sisi rapuhnya padamu. Dia bisa jadi pria yang tangannya merengkuh pinggangmu penuh perlindungan di satu waktu. Namun di lain hari, dia mungkin mengeluh manja ingin tidur sambil diusap punggungnya. Bersama wanita yang benar-benar dia cinta, seluruh sisi dirinya memang akan terbuka. Waktu dia menangis di hadapanmu, peluk dia erat-erat. Di depan orang yang sudah ia anggap pasangan jiwa, ia tak pernah ragu-ragu meluapkan emosinya.
Ketika kamu sudah terbiasa mendengar dengkuran lirihnya yang hanya berjarak sejengkal dari lehermu, jangan pernah ragu untuk spontan memeluknya saat rasa sayang yang amat sangat itu datang menyapa. Ia memang tak terbiasa membalas perlakuanmu dengan kata-kata manis penuh cinta, tapi tangannya akan selalu merengkuhmu dengan tak kalah hangatnya.
Saat ini, izinkan aku menikmati hangat tubuh dan dekapannya sebentar lagi. Sebelum kemewahan ini berpindah ke tanganmu.

 

Kita Memang Tidak Saling Mengenal. Tapi, Izinkan Aku Bersulang Lebih Awal Untuk Kehadiranmu

Saat kelak kamu menggantikan posisiku, bisa jadi kamu hanya mengenal sosokku dari posting Facebook dan tweets lama yang secara diam-diam kamu telusuri dari akunnya. Jika tak ditanya, cerita tentangku tak mungkin keluar dari mulutnya. Kenapa? Aku juga tak tahu. Hal yang sama juga terjadi pada gadis pendahuluku. Mungkin alasannya sederhana, dia hanya ingin menjalani masa depan bersamamu tanpa terganggu kenangan lama.
Setelah kamu datang, barangkali priamu dan aku masih tetap berteman. Selama aku mengenalnya, tak ada sejarah dia pernah bermusuhan dengan mantan. Tapi hey, kamu tak perlu khawatir! Dengarkan semua penjelasannya, renungkan dan amati semua perlakuannya padamu. Kamu mungkin cemburu padaku, tapi yakinlah bahwa hatinya memang telah memilihmu. Tak ada lagi alasanmu untuk ragu.
Jika di masa depan kita tinggal di kota berbeda dan tak punya kesempatan bertemu, izinkan aku mengangkat gelas lebih dulu demi merayakan kedatanganmu.
Kau-lah yang tergariskan mendampingi pria yang sama-sama pernah kita cinta. Kau -lah muara segala pencariannya. Demi dia, tak ada alasan bagiku untuk tidak berbahagia.
Ssssst…priamu kini bergumam dalam tidurnya. Satu lagi kebiasaan anehnya yang nanti harus kamu terima.

 

Kini Tiba Giliranmu Mendampinginya. Maka Kumohon, Jagalah Dia

Aku tidak mau berdusta dengan bilang sudah tidak lagi menyayanginya.
Bukankah rasa sayang itu bukan tisu sekali pakai yang bisa dibuang setelah selesai digunakan?
Sampai kapanpun, pria yang jadi masa depanmu itu tetap akan menempati posisi spesial di hatiku. Bukan sebagai kekasih, tentu saja. Melainkan teman tumbuh dari masa lalu yang turut membentukku sampai ke titik ini.
Tapi ibarat pulsa ponsel, waktuku mendampinginya ada batas akhirnya. Tongkat estafet sebagai pendampingnya akan segera berpindah ke tanganmu. Maka, sebagai orang yang akan terus peduli padanya — kumohon, jagalah dia.
Tolong ingatkan dia untuk tidak tidur terlalu malam. Lingkar hitam di bawah matanya kini kian kentara. Jika tidak diingatkan, pria kita ini bisa-bisa lupa istirahat dan terus gila kerja.
Jangan pernah lelah jadi pengingat agar dia tidak melupakan berbagai prioritas yang telah disusunnya. Dia sering terlalu tidak enak hati menolak permintaan yang datang, hingga kepentingan pribadinya rela dikorbankan.
Semangati dan yakinkan dia setiap priamu merasa tak mungkin bisa meraih impian. Kau dan aku pasti sepakat kalau dia punya segudang kelebihan, sesekali ia hanya butuh diyakinkan.
Waktu dia terlihat lelah dan putus asa, jangan pernah ragu mengusap punggungnya. Dia memang tak pernah minta. Tapi yakinlah, sedikit perhatian darimu amat bisa meringankan harinya.
Ketika kalian bertengkar, tolong jangan pernah mengulang kesalahanku. Sesekali dia memang bisa jadi kekasih paling cuek dan brengsek di dunia. Namun ketahuilah, bertahan bersamanya berarti kamu tak pernah harus kekurangan cinta.
Saat nanti dia menyakitimu, selalu ingatlah: menikmati sakit yang tercipta karena kealpaannya tak seberat mengakrabi sakit karena kehilangannya.
Selamat melanjutkan jalan, kamu beruntung menjadi masa depannya.

 

Aku,
Gadis yang sempat berlabuh pada masa depanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s